7 Proses Terjadinya Pelangi

Selasa, 01 November 2022 | 11:04 WIB
7 Proses Terjadinya Pelangi
Ilustrasi pelangi. [Shutterstock]
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Fenomena ini dikenal sebagai dispersi dan menjadi penyebab mengapa pelangi memiliki warna berbeda.

5. Cahaya terpantul di balik tetesan hujan
Ketika cahaya mengenai antarmuka air ke udara di bagian belakang tetesan hujan, itu membentuk sudut. Jika sudut datang lebih besar dibandingkan sudut kritis, maka terjadi pemantulan total internal dan pelangi dapat terlihat.

Sedangkan jika sudutnya lebih kecil dari sudut kritis, maka pelangi yang terbentuk tidak akan terlihat.

Ilustrasi Pelangi (Pexels.com/Frans Van Heerden)
Ilustrasi Pelangi (Pexels.com/Frans Van Heerden)

6. Lebih banyak pembiasan terjadi
Saat cahaya keluar dari rintik hujan, kecepatannya berubah. Pada titik ini, pergerakan cahaya menjauhi medium yang lebih rapat (air) ke medium yang kurang rapat (udara), maka kerapatannya ditingkatkan.

Kenaikan kecepatan menyebabkan gelombang cahaya atau jalur cahaya dibelokkan menjauhi garis normal. Ini merupakan contoh lain dari refraksi. Pembiasan ini berkontribusi pada pembentukan pelangi.

7. Bentuk warna dengan lebih banyak dispersi
Saat sinar dibiaskan sekali lagi, berbagai panjang gelombang dipengaruhi ke tingkat yang berbeda dan meningkatkan pembentukan warna pelangi yang lebih jelas.

Dengan pemisahan lebih lanjut dari komponen warna cahaya putih dan pembiasan, warna dan bentuk tertentu dari pelangi terlihat dengan dispersi.

Dengan mengetahui proses terjadinya pelangi, informasi ini diharapkan dapat menjadi pengetahuan yang lebih luas dan bermanfaat. (Pasha Aiga Wilkins)

Baca Juga: Apa Itu Hujan Meteor? Berikut 10 Penyebab, Proses, dan Fakta Uniknya, Lengkap!

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI