Elon Musk Ingin Membuat Aplikasi "X", Pesaing WeChat?

Dythia Novianty Suara.Com
Kamis, 06 Oktober 2022 | 08:53 WIB
Elon Musk Ingin Membuat Aplikasi "X", Pesaing WeChat?
CEO SpaceX, Elon Musk. [ANGELA WEISS / AFP]
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Suara.com - Mengapa Elon Musk tiba-tiba berpikir untuk membuat aplikasi "segalanya" atau X, dan apa artinya?

Kepala eksekutif miliarder Tesla Inc membalikkan keputusan sebelumnya untuk tidak membeli Twitter.

Elon Musk sekarang bersedia melanjutkan rencana awalnya untuk membeli perusahaan media sosial seharga 44 miliar Dolar AS.

"Membeli Twitter adalah percepatan untuk menciptakan X, aplikasi segalanya," cuit elon Musk dilansir laman Channel News Asia, Kamis (6/10/2022).

Konsep aplikasi segalanya, sering disebut sebagai "aplikasi super", sangat populer di Asia dan perusahaan teknologi di seluruh dunia telah mencoba untuk menirunya

Aplikasi super atau yang disebut Musk sebagai "aplikasi segalanya", telah digambarkan sebagai pisau aplikasi seluler Swiss, menawarkan serangkaian layanan untuk pengguna seperti perpesanan, jejaring sosial, pembayaran peer-to-peer, dan e -perdagangan belanja.

Aplikasi WeChat. [Shutterstock]
Aplikasi WeChat. [Shutterstock]

"Aplikasi besar ini banyak digunakan di Asia karena seluler adalah bentuk utama akses ke internet bagi banyak orang di kawasan itu," tulis Scott Galloway, profesor pemasaran Universitas New York dan pembawa acara podcast teknologi "Pivot," tahun lalu. .

Aplikasi super China WeChat memiliki lebih dari 1 miliar pengguna bulanan, menurut satu perkiraan, dan merupakan bagian dari kehidupan sehari-hari di China.

Pengguna dapat memanggil mobil atau taksi, mengirim uang ke teman dan keluarga atau melakukan pembayaran di toko.

Baca Juga: Cuitan Warganet Saat Transit di Stasiun Manggarai Bikin Ngakak, Dilupakan Emak hingga Jadi Atlet Lari

Pada 2018, beberapa kota di China mulai menguji WeChat untuk sistem identifikasi elektronik yang akan dikaitkan dengan akun pengguna, menurut South China Morning Post.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI