Suara.com - Manfaat dari nuklir sudah banyak bisa dirasakan di berbagai bidang, salah satunya adalah tenaga nuklir itu sendiri.
Tenaga nuklir adalah tenaga dalam bentuk apapun yang dibebaskan dalam proses transformasi inti, termasuk tenaga yang berasal dari sumber radiasi pengion.
Dapat dikatakan, tenaga nuklir adalah tenaga yang berasal dari inti atom yang dapat menghasilkan tenaga yang sangat besar.
Awal perkembangan ketenaganukliran nasional sudah ada semenjak era presiden Soekarno di 1954.
Presiden Soekarno membentuk Panitia Negara, bertugas melakukan penyelidikan adanya kemungkinan sisa zat radioaktif di wilayah NKRI akibat uji coba persenjataan.
Panitia Negara inilah yang kemudian menjadi awal cikal bakal BATAN.
Pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi nuklir di Indonesia sendiri diawali dengan pembangunan beberapa pusat penelitian, serta pembangunan reaktor nuklir.
Hal ini bertujuan untuk riset penelitian yang akan digunakan sebagai upaya untuk penguasaan di bidang iptek nuklir.
Pada 1965 reaktor atom pertama diresmikan pengoperasian (Triga Mark II) di Bandung.
Indonesia hingga saat ini telah mengoperasikan tiga unit reaktor nuklir, untuk keperluan penelitian serta beberapa fasilitas nuklir yang meliputi fabrikasi elemen bakar.
Baca Juga: Semarak Perayaan Ulang Tahun ke 74 Korea Utara
Berikut tiga lokasi reaktor nuklir yang ada di Indonesia: