Suara.com - Sudah sering mendengar istilah rantai makanan, tapi masih bingung apa maksudnya? Rantai makanan adalah bagian dari jaring-jaring makanan, keduanya memang terlihat sama, namun sebetulnya ada sedikit perbedaan. Lalu seperti apa contoh rantai makanan?
Rantai makanan adalah serangkaian proses makan dan dimakan antara makhluk hidup berdasar urutan tertentu yang terdapat peran produsen, konsumen dan pengurai untuk kelangsungan hidup. Secara sederhana, contoh rantai makanan dapat dilihat secara runtut dari produsen, konsumen dan pengurai.
Lain halnya dengan jaring-jaring makanan, yang merupakan gabungan dari rantai makanan yang saling terhubung, dan tumpang tindih dalam suatu ekosistem.
Proses makan dan dimakan dalam rantai makanan berlangsung secara terus menerus dengan perannya masing-masing. Seperti produser, konsumen, dan pengurai atau dekomposer. Berikut ini penjelasan selengkapnya:
1. Produsen
Produsen merupakan organisme yang mampu membuat makanannya sendiri, misalnya tumbuhan hijau. Keberadaannya tidak bergantung pada ketersediaan makanan, namun keseimbangan alam. Maka dari itu produsen tidak memakan makhluk lain, tetapi malah di makan oleh makhluk lainnya.
Produsen juga merupakan makhluk hidup yang bisa membuat zat organik dari zat anorganik. Biasanya produsen akan membuat makanannya melalui proses fotosintesis, contoh produsen di antaranya adalah tumbuhan hijau, alga, dan juga lumut.
2. Konsumen
Baca Juga: 4 Tingkatan Umum Rantai Makanan di Laut, Contohnya pada Terumbu Karang
Konsumen merupakan makhluk hidup yang bergantung pada makhluk lainnya karena ia tidak bisa memproduksi makanan sendiri seperti produsen. Maka dari itu, untuk menjaga kelangsungan hidupnya, konsumen sangat bergantung pada organisme lainnya. Peran konsumen ini dalam sebuah ekosistem biasanya adalah hewan. Konsumen memiliki beberapa tingkatan, di antaranya adalah sebagai berikut: