Hasil foto ini bisa ditampilkan baik itu dari lensa utama maupun lensa ultrawide. Artinya, perbedaan lensa itu tidak mempengaruhi hasil foto.
Begitu pula dengan kondisi outdoor saat cahaya cukup. Hasil gambar bisa tampil tajam dengan warna yang tidak kontras.
Tapi saat dipakai untuk foto malam hari, bisa dibilang kameranya itu sedikit 50:50. Baik itu digunakan dalam outdoor maupun indoor.
Di satu sisi, kamera Xiaomi 12 Lite bisa mengambil foto malam dengan tajam dan warnanya cukup terang. Ini berlaku untuk kamera utama maupun ultrawide.
Tapi di momen tertentu, hasil gambarnya bisa sangat payah. Cahaya lampu tampil bias, warna hitam gedung terlalu dominan, serta fotonya tidak tajam apabila diperbesar (zoom).
Sementara hasil videonya mampu merekam dalam format 4K dengan 30fps. Format video maksimal itu memang lebih lancar, tapi kerap kali tidak stabil alias bisa goyang.
Performa
Xiaomi 12 Lite diperkuat chipset Snapdragon 778G yang dipasangkan dengan RAM 8GB dan storage 256GB. Ponsel menjalankan MIUI 13 berbasis sistem operasi Android 12.
Saat dites di AnTuTu v.9.4.1, skor Xiaomi 12 Lite tembus 511.453 poin. Ini adalah skor yang normal untuk ponsel kelas mid-range yang diperkuat chipset Snapdragon 778G.
Baca Juga: Xiaomi Smart Band 7 Resmi Dirilis ke Indonesia, Ini Fiturnya
Di atas kertas, performa Xiaomi 12 Lite memang cukup memuaskan. Namun kami tetap mengetesnya dengan memainkan tiga game seperti Mobile Legends, PUBG Mobile, dan Genshin Impact.