Lalu ada perusahaan BuzzAR asal Singapura yang mengakuisisi permainan simulasi VR dari Facebook dan menciptakan pengalaman bermain di dunia metaverse.
Selanjutnya, ada perusahaan SHR Ring dari Thailand yang mulai mengkaji penelitian terkait Identitas Digital di Metaverse.
Di sisi lain, ia menilai kalau Indonesia juga tak ketinggalan membangun metaverse.
Saat ini, pengembangan kesiapan ekosistem metaverse juga terus didorong oleh berbagai pihak, termasuk oleh sektor swasta.
“Sebagai contoh, PT WIR Group yang bekerja sama dengan Meta,” jelasnya.
![Ilustrasi Metaverse. [Freepik]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2021/12/21/12909-ilustrasi-metaverse.jpg)
Lebih lanjut ia menjelaskan, perkembangan metaverse saat ini terjadi di tengah berbagai tantangan kondisi perekonomian global.
Entah itu disebabkan oleh pandemi Covid-19, tekanan akibat military action di Eropa Timur, dan kebijakan moneter US Federal Reserve yang baru saja menaikkan suku bunganya dan berdampak perlambatan pertumbuhan ekonomi.
Ia menilai di tengah tantangan yang ada, banyak negara yang masih berjuang untuk melakukan pemulihan ekonomi.
“Akibat dari volatilitas ekonomi yang meningkat, gangguan supply chain ekonomi, dan inflasi barang impor,” katanya.
Baca Juga: Program Beasiswa Digital Kominfo Terima Pendaftar dari Seluruh Indonesia
Namun demikian, Plate optimistis perekonomian Indonesia akan bisa tumbuh dengan paket kebijakan ekonomi yang tepat.