Suara.com - Gerhana Bulan Total yang terjadi pada 15 Mei 2022 dikenal juga sebagai Super Flower Blood Moon.
Fenomena itu dilaporkan merupakan Gerhana Bulan total terlama dalam 33 tahun.
Dilansir dari Space.com, Selasa (17/5/2022), wilayah yang dapat mengamati Gerhana Bulan Total tersebut mencakup Amerika, Antartika, Eropa, Afrika, dan Pasifik Timur.
Selama Gerhana Bulan terjadi, Bulan Purnama menghabiskan sekitar 85 menit di dalam umbra Bumi atau bayangan yang lebih gelap.
Baca Juga: Purnama Super dan Gerhana Bulan Total, Ini Pertunjukkan Langit 2022
Durasi itu dibandingkan dengan 96 menit pada Agustus 1989.
Tak hanya wilayah yang disebutkan di atas, bahkan Selandia Baru, Eropa Timur, dan Timur Tengah mendapat pemandangan halus versi penumbra atau bayangan tipis dari fenomena tersebut.
Fase Super Flower Blood Moon terjadi tergantung pada lokasi tempat tinggal pengamat.
Menurut Time and Date, fase Gerhana sebagian dimulai pada pukul 22:28 EDT dan mencapai puncaknya pada pukul 00:11 EDT, sebelum berakhir pada 01:55 EDT.
Menurut Fred Espenak, ilmuwan Gerhana, mengatakan Bulan Purnama disebut Supermoon dengan mempertimbangkan variabilitas perigee (pendekatan terdekat) dan apogee (pendekatan terjauh) yang dilakukan Bulan terhadap Bumi.
Baca Juga: Alasan Mengapa Supermoon Terakhir di Tahun 2021 Disebut Strawberry Moon
Namun, NASA memiliki definisi lain dan menyebut bahwa Supermoon terjadi ketika Bulan berada dalam persentase 90 persen dari pendekatan terdekatnya.