Tim juga melihat data dari stasiun seismik yang lebih jauh dan dari satelit yang mengelilingi Bumi, yang menggunakan radar untuk mengukur pergeseran di permukaan tanah.
Dengan menyatukan data ini, tim dapat membuat gambaran geologi yang mendasari apa penyebab kawanan gempa besar tersebut.
Dua gempa Bumi terbesar dalam rangkaian tersebut adalah gempa berkekuatan 5,9 pada Oktober 2020 dan 6,0 pada November.
Beruntung, setelah gempa November, aktivitas seismik berkurang. Tetapi gempa telah menggerakkan tanah di Pulau King George sekitar 11 cm.
Sayangnya, hanya 4 persen dari pergeseran itu yang dapat dijelaskan secara langsung oleh gempa Bumi.
![Gunung berapi bawah laut di dekat Antartika. [Nature]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2022/04/28/80557-gunung-berapi-bawah-laut-di-dekat-antartika.jpg)
Para ahli menduga pergerakan magma ke dalam kerak Bumi sebagian besar merupakan penyebab pergeseran dramatis dari tanah.
Para ilmuwan berpikir bahwa hal itu dapat terjadi jika adanya erupsi bawah laut.
Hingga saat ini, belum ada bukti langsung untuk letusan sehingga para ahli tidak dapat mengonfirmasi bahwa gunung berapi meledak.
Untuk mencari bukti ini, para ilmuwan harus mengirim misi ke selat untuk mengukur batimetri atau kedalaman dasar laut dan membandingkan dengan peta sebelumnya.
Baca Juga: 7 Fakta Lokasi Terdingin dalam Tata Surya