Suara.com - Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Nadia Fairuza mengingatkan bahwa peningkatan kompetensi digital di antara para pekerja di Tanah Air bakal dapat meningkatkan daya saing industri nasional.
"Penguasaan kompetensi digital menjadi sebuah keharusan dalam meningkatkan daya saing pekerja Indonesia pada era perekonomian digital," kata Nadia Fairuza dalam rilis di Jakarta, Rabu (23/3/2022).
Menurut dia, peningkatan daya saing diharapkan pula bisa berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi di Tanah Air.
Penguasaan kompetensi digital, lanjutnya, yang dapat diartikan sebagai kombinasi dari sikap, pengetahuan, keterampilan, kesadaran dan nilai-nilai ketika memanfaatkan teknologi dan alat digital, menjadi semakin mendesak melihat pandemi COVID-19 yang telah mempercepat transformasi pada ekonomi digital.
"Agar dapat mengikuti di tengah lingkungan digital yang cepat, pasar tenaga kerja harus mampu beradaptasi dan tangguh meskipun ada perubahan. Membekali siswa dengan keterampilan dasar yang baik seperti numerasi, literasi dan keterampilan berpikir kritis akan membantu mereka mempelajari keterampilan digital dan mencapai karier yang prospektif," paparnya.
Namun sayangnya, menurut Nadia, Indonesia masih kekurangan pekerja dengan penguasaan kompetensi digital yang memadai.
Nadia mengatakan, kurangnya talenta digital di Indonesia juga terjadi karena sifat dinamis dari ekonomi digital itu sendiri. Kedinamisan tersebut pelan-pelan menghilangkan pekerjaan yang dianggap tidak perlu atau malah bertransformasi menjadi pekerjaan baru.
Selama ini, menurut dia, proses pembelajaran terlalu fokus pada kemampuan siswa untuk menghafal konten dan perubahan kebijakan ini akan mendorong proses dan sistem pembelajaran yang lebih komprehensif, yang mengutamakan pengembangan kemampuan siswa untuk mengeksplor pendidikannya dan menguasai kompetensi kognitif dan kreatif.
Kurikulum pendidikan Indonesia diharapkan dapat fokus untuk untuk mengembangkan kemampuan dasar ini untuk mempermudah siswa Indonesia menguasai berbagai keterampilan digital yang dapat menunjang karier mereka ke depan.
Baca Juga: Perkembangan Internet Belum Tingkatkan Literasi Keuangan di Indonesia
Disebutkan, selain dapat menyerap tenaga kerja yang lebih banyak, jenis-jenis pekerjaan yang kegiatannya dapat dioperasikan secara digital juga dapat menciptakan pengusaha-pengusaha mandiri, dalam artian pekerja dengan keahlian ini bisa menjadi wirausaha atau freelancer (pekerja lepas).