Suara.com - Riset dari Amazon Web Service (AWS) dan AlphaBeta mengungkapkan, 98 persen pekerja di Indonesia membutuhkan pelatihan untuk kecakapan digital yang didorong pandemi Covid-19.
Dengan penerapan teknologi digital dalam tugas sehari-hari, pekerja Indonesia menilai mereka bakal mampu beradaptasi dengan dinamika baru yang terjadi di dunia kerja.
Direktur AlphaBeta untuk wilayah Asia Pasifik (APAC), Genevieve Lim menyampaikan, kebutuhan untuk peningkatan kecakapan digital mengalami peningkatan dari tahun ke tahun.
"Laporan ini menunjukkan bahwa terjadinya pandemi Covid-19 telah mengakselerasi munculnya kebutuhan untuk penyelenggaraan pelatihan bagi pekerja dari kalangan teknologi maupun non-teknologi di Indonesia," kata Lim dalam keterangan resminya, Rabu (23/3/2022).
Laporan bertajuk “AWS Building Skills for the Changing Workforce” ini disiapkan oleh firma konsultan strategis dan ekonomi AlphaBeta.
Riset disusun berdasarkan pada hasil survei yang menyasar 1.035 karyawan berkecakapan digital, baik yang berkecimpung di bidang teknologi maupun non-teknologi.
![AWS (Amazon Web Services) [Antara]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2021/12/15/25567-aws-amazon-web-services.jpg)
Riset juga melibatkan 300 orang berstatus sebagai pemberi kerja yang mewakili organisasi atau perusahaan di Indonesia yang berasal dari sektor publik, swasta, maupun nirlaba dalam skala organisasi yang beragam.
Menurut hasil riset, beragam pelatihan digital dimaksud yakni menggunakan peranti-peranti berbasis cloud.
Seperti peranti-peranti pengembang, software komunikasi berbasis cloud, software akuntansi, maupun software customer relationship management (CRM), akan menjadi yang paling banyak diminati nantinya di tahun 2025.
Baca Juga: Kembangkan Metaverse, Qualcomm Siapkan Rp 1,4 Triliun untuk
Kemudian kecakapan digital lainnya adalah di bidang keamanan siber.