Jadi Pusat Ekonomi Digital, Jakarta Diharapkan Semakin Inklusif

Liberty Jemadu Suara.Com
Kamis, 10 Maret 2022 | 23:55 WIB
Jadi Pusat Ekonomi Digital, Jakarta Diharapkan Semakin Inklusif
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meresmikan Jembatan Penyeberangan berkonsep kapal pinisi di kawasan Karet Sudirman, Jakarta Pusat, Kamis (10/3/2022). [Suara.com/Fakhri]
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Suara.com - Kementerian Komunikasi dan Informatika mengharapkan DKI Jakarta bisa semakin inklusif dalam hal pengembangan ekosistem digitalnya sehingga dapat menjadi pusat ekonomi digital yang mumpuni dengan sistem kota pintarnya.

Hal itu disampaikan oleh Sekretaris Jendral Kementerian Kominfo Mira Tayibba yang menunjukkan DKI Jakarta berpotensi besar menjadi sentra ekonomi paling berpengaruh di Indonesia dengan dukungan infrastruktur yang memadai.

“Data dari International Institute for Management Development, Jakarta menempati peringkat ke-91 Indeks Smart City di antara kota-kota dunia," kata kata Mira seperti dikutip dari siaran persnya, Kamis.

Posisi itu menunjukkan bahwa masih ada ruang perbaikan dan penyempurnaan agar bisa mewujudkan cita-cita sebagai pusat ekonomi digital di dunia.

Adapun DKI Jakarta dalam survei yang dilakukan Kearney pada 2021 rupanya berkontribusi paling banyak sebesar 16,8 persen untuk PDB nasional.

Selanjutnya dalam laporan “Digital Competitiveness Index” pada 2021 dan 2022 menunjukkan DKI Jakarta memiliki daya saing digital nasional paling tinggi di Indonesia.

“Di satu sisi tentunya kita patut bangga atas pencapaian dan kontribusi Jakarta, di sisi lain kita ingin menelisik dan mengeksplorasi lebih jauh situasi ekosistem digital di Jakarta,” ujar Mira.

Lebih lanjut Mira menyebutkan dalam indeks Kota Pintar di dunia terdapat tiga komponen penting dalam membentuk daya saing digital yang perlu menjadi perhatian DKI Jakarta untuk semakin inklusif. Ketiga komponen itu meliputi komponen input, output dan penunjang.

Adapun Input merupakan kontribusi penggunaan teknologi digital yang digunakan oleh Sumber Daya Manusia (SDM).

Baca Juga: Transformasi Digital yang Inklusif, Tema Besar yang Diangkat Indonesia dalam Presidensi G20

Sementara itu untuk Output merupakan hasil dan manfaat dari penggunaan teknologi digital.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI