Ahli: Rusia Kehilangan Kekuatannya atas NASA dan Bisnis Luar Angkasa

Dythia Novianty Suara.Com
Senin, 07 Maret 2022 | 07:08 WIB
Ahli: Rusia Kehilangan Kekuatannya atas NASA dan Bisnis Luar Angkasa
Badan Antariksa Rusia, Roscosmos. [Shutterstock]
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

“Mereka tidak mendapatkan uang karena sebagian besar program luar angkasa mereka telah menjual kursi di misi Soyuz ke Amerika Serikat,” kata Handberg.

Pada April mendatang, astronaut NASA Mark Vande Hei akan turun dari stasiun luar angkasa, dengan dua kosmonot dan kembali ke Bumi dengan pesawat luar angkasa Rusia yang mendarat di Kazakhstan.

Dilansir laman New York Post, Senin (7/3/2022), dia mungkin orang Amerika terakhir yang terbang dengan kendaraan Rusia jika hubungannya memburuk.

AS, Eropa, dan Jepang bekerja untuk memperpanjang umur ISS hingga 2030, tetapi Rusia hanya berkomitmen hingga 2024, dan negosiasi itu juga sedang berlangsung.

Jika Rusia keluar pada 2030, di situlah segalanya menjadi rumit.

“Apakah itu berarti kita harus membongkar dan melepas modulnya? Itu jenis pertanyaan yang rumit. Kami belum sampai di sana," kata Handberg.

Stasiun luar angkasa Internasional (ISS). [NASA]
Stasiun luar angkasa Internasional (ISS). [NASA]

Sejak akhir program pesawat ulang-alik, ISS bergantung pada pesawat ruang angkasa Rusia untuk mengangkat stasiun ruang angkasa dan memindahkannya dalam manuver penghindaran puing.

Namun, pesawat ruang angkasa kargo Northrop Grumman Cygnus mungkin mampu melakukan pekerjaan itu.

Cygnus yang baru-baru ini merapat di ISS, akan melakukan tes reboost AS pertama saat berada di orbit, berpotensi memberikan opsi alternatif.

Baca Juga: Layanan Netflix di Rusia Ditutup

Jika Rusia memilih untuk mengambil tindakan segera dan memutuskan hubungan dengan mitra Stasiun Luar Angkasa Internasionalnya, tidak jelas bagaimana cara kerjanya. ISS tidak dirancang untuk dibagi.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI