Suara.com - Disney+ berencana merilis versi berlangganan lebih murah untuk menggaet lebih banyak pengguna sekaligus menyaingi platform lain seperti Netflix hingga HBO Max.
Laporan ini muncul setelah Disney menaikkan harga berlangganan untuk layanannya dan menggabungkan platform dengan ESPN+ dan Disney+.
Chairman of Disney Media and Entertainment Distribution, Kareem Daniel menyatakan kalau menghadirkan Disney Plus dengan harga lebih murah adalah hal menguntungkan bagi semua orang, baik dari sisi konsumen, pengiklan, hingga penulis cerita film.
"Banyak konsumen yang nantinya dapat mengakses konten kami, pengiklan bakal menjangkau audiens lebih luas, dan penulis cerita akan dapat membagikan karya mereka ke lebih banyak penggemar," ujar Daniel, dikutip dari Android Central, Minggu (6/3/2022).
Disney+ versi murah ini bakal dirilis perdana di Amerika Serikat. Berbeda dengan Disney+ biasa, versi baru ini akan menampilkan iklan.
Layanan streaming dengan iklan ini bukan pertama kali dijajal Disney. Sebelumnya, mereka memiliki Hulu yang sudah menyediakan opsi tersebut.

Sementara platform lain yang menerapkan strategi serupa adalah HBO Max, di mana mereka meluncurkannya pada tahun 2021 lalu.
Namun, ada beberapa opsi yang dibatasi jika dibandingkan dengan berlangganan versi bebas iklan.
Apabila Disney memperkenalkan versi murah dengan iklan, kemungkinan platform juga membatasi akses seperti stok film baru, resolusi streaming, hingga jumlah perangkat yang bisa mengakses bersamaan.
Baca Juga: 5 Rekomendasi Film Drama Indonesia di Disney+ Hotstar, Sarat Pembelajaran
Langkah ini juga bakal membantu Disney untuk meraih jumlah pengguna mencapai 230-260 juta pelanggan berbayar hingga 2024.