Jamie Collier selaku konsultan di perusahaan keamanan siber Amerika Serikat menyatakan kalau klaim ini masih diragukan.
Alasannya, kelompok tanpa identitas seperti Anonymous biasanya enggan untuk menginformasikan serangan tersebut.
"Akan tetapi, Anonymous juga memiliki rekam jejak dalam melakukan serangan serupa dan itu sangat sesuai dengan kemampuan yang mereka miliki," kata Collier.
Contohnya, target Anonymous saat itu mencakup CIA, Gereja Scientology, hingga ISIS.
Mereka juga pernah terlibat saat insiden Black Lives Matter, di mana saat itu George Floyd terbunuh.
Sebelum itu, serangan siber juga gencar ditargetkan ke situs Ukraina.
![Ilustrasi serangan siber, DDOS. [Markus Spiske/Pixabay]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2021/10/28/69996-serangan-siber-ddos.jpg)
Beberapa serangan DDoS mengincar situs Kementerian Pertahanan Ukraina hingga PrivatBank, bank terbesar di Ukraina.