"Kami pertama kali melihatnya setelah meneliti data yang dikumpulkan oleh Low Frequency Array (LOFAR)," kata Martijn Oei, astronom di Observatorium Leiden, Belanda, seperti dikutip dari Live Science, Senin (21/2/2022).
Menurutnya, itu adalah jaringan yang dibuat dengan menghubungkan sekitar 20.000 teleskop radio yang didistribusikan di 52 lokasi di Eropa.
Oei awalnya hanya ingin memproses data hanya untuk mendeteksi lobus radio yang besar dan menyebar, tapi ia tak sengaja melihat struktur galaksi raksasa tersebut.
Terlepas dari gumpalan raksasa yang aneh, Alcyoneus adalah galaksi elips normal dengan total massa sekitar 240 miliar kali massa Matahari dengan lubang hitam supermasif di pusatnya sekitar 400 juta kali massa Matahari.
![Ilustrasi Astronomi. [Shutterstock]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2020/05/26/37966-astronomi.jpg)
Para ilmuwan berpendapat bahwa dengan mempelajari mengapa Alcyoneus bisa memiliki ukuran sangat besar akan berguna untuk mengetahui bagaimana galaksi lain dapat tumbuh.
Hingga saat ini, para ilmuwan sedang menyelidiki beberapa penjelasan potensial.