Suara.com - OnwardMobility selaku pemegang lisensi BlackBerry dilaporkan telah membatalkan pengembangan ponsel baru. Artinya, rencana BlackBerry 5G yang mau kembali bangkit gagal total.
"OnwardMobility dan ponsel keyboard BlackBerry 5G impiannya sudah mati," kata Pendiri CrackBerry, Kevin Michaluk, dikutip dari The Verge, Minggu (13/2/2022).
Selain itu, laporan lain dari Android Police mengatakan, kalau lisensi OnwardMobility untuk menggunakan nama BlackBerry sudah dibatalkan.
CEO BlackBerry, John Chen, juga enggan melihat nama BlackBerry digunakan di ponsel lain.
Faktor lainnya adalah krisis chip yang juga melanda perusahaan teknologi dunia.
Disebutkan kalau fenomena tersebut telah memperburuk rencana kebangkitan BlackBerry.

Tidak diketahui apakah OnwardMobility tetap merilis ponsel baru tanpa nama BlackBerry atau justru menghentikan proyek sepenuhnya.
Rencana kebangkitan BlackBerry awalnya diumumkan pada 2020. Saat itu, OnwardMobility resmi menjadi pemilik nama lisensi BlackBerry.
Rumor menyebut kalau ponsel baru ini membawa desain yang mirip dengan BlackBerry Priv 2015, di mana ponsel memiliki keyboard fisik yang dapat dibuka dengan slide.
Baca Juga: BlackBerry Jual Paten Teknologi Ponsel Senilai Rp 8,6 Triliun
BlackBerry 5G tersebut awalnya direncanakan rilis pada 2021.