Di Bumi, organisme cenderung menggunakan karbon-12 untuk proses metabolisme, sehingga umumnya ditafsirkan sebagai sinyal kimia biotik.
Namun siklus karbon di Mars belum dipahami dengan baik untuk membuat asumsi serupa.
Para ilmuwan berspekulasi proses ini melibatkan mikroba Mars untuk memproduksi metana.
Kemudian diubah menjadi molekul organik yang lebih kompleks setelah berinteraksi dengan sinar ultraviolet (UV) di udara Planet Merah.
Organik yang lebih besar ini kemudian jatuh kembali ke tanah dan ditemukan dalam batuan yang diambil Curiosity.
Penjelasan lainnya adalah reaksi yang terjadi akibat sinar UV dan karbon dioksida non-biologis.
![Senyawa Organik di Mars. [NASA]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2022/01/19/50270-senyawa-organik-di-mars.jpg)
Tim ilmuwan saat ini membutuhkan lebih banyak data untuk mengonfirmasi temuan tersebut. Diharapkan penjelajah NASA lainnya, Perseverance, dapat memberi jawaban tersebut.
Penjelajah itu kini sedang memburu tanda-tanda kehidupan Mars kuno dan mengumpulkan lusinan sampel yang akan dikembalikan ke Bumi untuk dianalisis secara langsung pada awal 2031.
Baca Juga: Meteorit Mars Terbukti Simpan Molekul Organik, Tanda Kehidupan?