Suara.com - Aplikasi perpesanan Line siap meramaikan pasar non fungible token (NFT) mulai 2022.
Layanan NFT ini akan dioperasikan lewat anak perusahaan barunya, Line Next.
Line Next berfungsi sebagai tempat untuk memperdagangkan NFT secara global, baik itu dari perusahaan maupun individu.
Artinya, Line Next berperan sebagai marketplace NFT, bukan menjual langsung aset digital tersebut.
Line mendirikan dua perusahaan LineNext di Korea Selatan dan Amerika Serikat.
Di Korea Selatan, LineNext dijalankan 100 karyawan yang mengerjakan strategi dan perencanaan platform NFT global.
![Non Fungible Token [NFT]. [Freepik]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2021/12/20/95967-non-fungible-token-nft.jpg)
Sementara LineNext di AS dijalankan 55 karyawan untuk mengembangkan dan mengoperasikan bisnis NFT.
Juru bicara Line menyatakan, LineNext akan mengambil keuntungan dari biaya perantara transaksi NFT.
Tapi tak menutup kemungkinan kalau perusahaan juga mencari sumber pendapatan lain.
Baca Juga: Adidas Peroleh Rp 315 Miliar dari Penjualan NFT
Sejauh ini LineNext sedang berdiskusi dengan 20 mitra global untuk menjalankan kerja sama di platform tersebut.