Suara.com - Finku, platform manajemen keuangan pribadi mengintegrasikan semua aset finansial, mulai dari di bank hingga e-wallet.
Bersama Shylla Estee, Shyam Kalairajah dan Reinaldo melihat, masyarakat Indonesia masih kekurangan infrastruktur serta literasi yang memadai untuk pengelolaan uang pribadi.
Menurut riset Human Development Index dari UNDP pada 2019, tingkat literasi finansial Indonesia berada di skor 32.
Angka ini lebih rendah dari rata-rata tingkat literasi di Asia Tenggara dan dari negara-negara tetangga seperti Malaysia dan Myanmar.
Selain itu, karakter masyarakat Indonesia juga tergolong unik.
Rata-rata individu yang sudah mengenal bank mempunyai setidaknya empat akun berbeda (misalnya 2 rekening bank dan 2 e-wallet).
![Ilustrasi e-wallet. [Freepik]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2021/11/14/69339-e-wallet.jpg)
Jumlah kepemilikan tabungan ini lebih tinggi dibandingkan negara-negara tetangga seperti Vietnam dan Malaysia, dan Amerika Serikat (rata-rata hanya dua akun/orang).
Karena hal inilah, masyarakat Indonesia pun lebih kesulitan dalam mengelola uang di masing-masing akun.
"Untuk bisa membuat perubahan besar, kita harus menggunakan perusahaan teknologi," kata Reinaldo, Co-CEO dan Co-Founder Finku dalam webinar, Kamis (9/12/2021).
Baca Juga: Startup Keyta Bikin Operasional UMKM Lebih Cepat
Selain itu, yang menjadi perhatian adalah pentingnya manajemen keuangan pribadi.