Suara.com - Erupsi Gunung Semeru memberikan dampak luar biasa di dua wilayah administratif di Jawa Timur yaitu Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Malang. Usai erupsi, lahar dingin akan menjadi ancaman berikutnya bagi masyarakat setelah awan panas. Apa itu lahar dingin?
Peringatan soal lahar dingin di sekitar Gunung Semeru telah disampaikan oleh Kepala Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Eko Budi Lelono. Untuk mengenal apa itu lahar dingin, mari simak ulasan lengkap tentang di bawah ini.
Pengertian Lahar
Melansir dari laman ilmugeografi, lahar adalah aliran lava yang bercampur dengan air atau lumpur, menyebabkan sifat lava yang panas menjadi hilang. Lahar memiliki sifat yang sama dengan air, yaitu mengalir dari tempat yang tinggi menuju ke tempat yang rendah.
Lahar akan mengalir, dengan membawa materi yang sebelumnya terbawa oleh lava, ditambah dengan air ataupun lumpur. Lava yang membawa batuan besar dan menjadi lahar, maka lahar tersebut juga akan membawa materi yang sama. Lava yang menjadi lahar, kapasitas dan kecepatannya juga dapat bertambah.
Apa itu Lahar Dingin?
Lahar dibedakan menjadi dua, yaitu lahar dingin dan lahar panas. Perbedaan ini dilihat berdasarkan sifat dari lahar itu sendiri, serta jenis air yang tercampur dengan lava.
Lahar dingin adalah lava yang mengalir, dan bercampur dengan air atau lumpur yang dingin. Lahar dingin ini membawa materi batuan besar, debu, lumpur, dan juga bom vulkanik. Sifat seperti air, di maja lahar dingin akan akan bergerak menuju daerah yang lebih rendah.
Air dingin yang tercampur dengan lava akan membuat sifat lava yang panas menjadi dingin. Akibat tercampur dengan air dingin, maka lahar dingin berwarna abu- abu, dan berbentuk agak kental.
Baca Juga: Satu Keluarga Terjebak Erupsi Semeru: Kami Hampir Pasrah
Selain itu, lahar dingin juga mengalir melalui saluran yang telah disiapkan. Biasanya saat meletus, lava sengaja dialirkan pada sungai, sehingga akan menjadi lahar dingin.