“Penguatan SDM, proses atau regulasi, strategi, dan penguatan aspek teknologi, penguatan komunikasi, karena (kami) tidak bisa berdiri sendiri. Oleh karena itu, kami bekerja dengan pihak lain, Cyber Polri, BSSN, akademisi, Kementerian Luar Negeri, Kementerian Koordinator Bidang Ekonomi, Kementerian Komunikasi dan Informatika, dan stakeholder lainnya,” sebutnya.
Ia menyampaikan Pussansiad berupaya memperkuat kesadaran para prajurit dan masyarakat terhadap ancaman siber.
Pusat Sandi dan Siber TNI AD merupakan satuan yang terbentuk kurang lebih 1,5 tahun lalu. Panglima TNI Jenderal TNI Andika Perkasa pada beberapa kesempatan menyampaikan pihaknya akan fokus membangun kekuatan siber TNI.
“Yang dilakukan oleh Panglima TNI sudah luar biasa produktif dan Bapak Kasad sangat baik, karena ancaman siber berkembang, berevolusi, nyata, sehingga penguatan ini jadi urgensi, keniscayaan yang tidak bisa dihindari,” terang dia. [Antara]