Suara.com - Di atas batu vulkanik di lepas pantai Antartika, Stasiun McMurdo dipenuhi dengan penelitian ilmiah sepanjang tahun ini.
Dijalankan oleh US National Science Foundation (NSF), stasiun ini dikunjungi hingga 1.000 pengunjung di musim panas Antartika dari Oktober hingga Februari.
Mereka melakukan perjalanan ke sini untuk melakukan penelitian mulai dari iklim hingga ilmu kelautan.
Namun terlepas dari peran sentralnya dalam penelitian Antartika, McMurdo kekurangan sesuatu yang diterima begitu saja oleh kebanyakan ilmuwan yang bekerja di laboratorium abad ke-21, yakni internet berkecepatan tinggi.
McMurdo berada di satu-satunya benua yang tidak memiliki koneksi kabel serat optik berkecepatan tinggi ke seluruh dunia. Namun, itu bisa segera berubah.
Awal tahun ini, NSF mulai serius menjajaki kemungkinan membangun kabel serat optik yang akan berjalan di sepanjang dasar laut dari Antartika ke negara tetangga Selandia Baru atau Australia.
![Ilustrasi internet bawah laut. [Shutterstock]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2019/06/30/55449-internet-bawah-laut.jpg)
Idenya pertama kali dimunculkan lebih dari satu dekade lalu tetapi kehilangan daya tarik karena proyek lain diprioritaskan.
Jika upaya terbaru untuk memodernisasi internet Antartika ini berhasil, para ilmuwan mengatakan itu akan mengubah penelitian dan kehidupan sehari-hari di benua beku tersebut.
"Ini akan mengubah pengalaman mendasar hidup di Antartika," kata Peter Neff, ahli glasiologi dan asisten profesor riset di University of Minnesota.
Baca Juga: Anonimitas Mudahkan Pelaku Kekerasan Seksual Online
Saat ini, para peneliti yang bekerja di Antartika mengandalkan satelit bandwidth rendah untuk berkomunikasi dengan dunia luar.