“Meskipun hidup akan lebih mudah jika detail kartu disimpan di seluruh platform e-niaga yang kamu gunakan, namun berbagai insiden pelanggaran data yang terjadi seharusnya cukup memperingatkan kita untuk menjaga data keuangan dengan lebih aman dan bertanggung jawab," ujar Yeo Siang Tiong, General Manager untuk Asia Tenggara di Kaspersky.
Semakin banyak data yang dibagikan dan disimpan secara online, maka akan semakin tinggi pula risiko keamanan yang kamu tanggung.
Perusahaan keamanan siber global juga mengungkapkan laporan ancaman seluler Q2 2021 untuk Asia Tenggara.
Terpantau, terjadi peningkatan 60 persen dalam jumlah serangan menggunakan bankir seluler berbahaya yang terdeteksi dan diblokir di wilayah tersebut.
"Dan seperti pelajaran yang saya peroleh, bahwa kebiasaan digital dari dalam diri merupakan langkah awal yang paling baik”. tambahnya.
![Ilustrasi belanja online. [unsplash]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2021/10/30/88162-ilustrasi-belanja-online-unsplash.jpg)
Kaspersky memahami kebutuhan para pengguna dalam mengamankan dompet digital mereka selama berbelanja online di musim liburan.