Terkait itu, Handoko mengatakan pihak Kementerian Kesehatan telah menyampaikan pemberitahuan sejak beberapa tahun lalu, bahwa aset tersebut akan dimanfaatkan oleh Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM).
Oleh karenanya, BRIN akan mengembalikan aset tersebut ke RSCM, kecuali sebagian gedung depan akan dipertahankan untuk riset berbasis layanan terkait genomik, sekaligus mengabadikan gedung Eijkman sebagai warisan sejarah. "Tetapi, ini masih harus dibahas dengan pihak Kementerian Kesehatan," kata Handoko.