Ekosistem Gojek Berkontribusi Rp 249 Triliun ke PDB pada 2021

Liberty Jemadu Suara.Com
Jum'at, 22 Oktober 2021 | 02:39 WIB
Ekosistem Gojek Berkontribusi Rp 249 Triliun ke PDB pada 2021
Kantor Gojek di Jakarta Selatan. [Suara.com/Dythia Novianty]
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Suara.com - Ekosistem Gojek dan GoTo Financial diperkirakan berkontribusi sebesar 1,6 persen dari produk domestik bruto (PDB) Indonesia atau sekitar Rp 249 triliun pada tahun 2021, demikian hasil riset terbaru Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LD FEB UI).

Riset itu menemukan bahwa konstribusi Gojek dan GoTo Financial pada 2021 meningkat 60 persen dibandingkan tahun 2019-2020.

"Keseluruhan APBN yang dialokasikan untuk pemulihan ekonomi nasional sekitar Rp 700 triliun, jadi ada gambaran ini setidaknya sepertiga dari APBN," kata Kepala LD FEB UI, Turro S. Wongkaren, dalam webinar riset terbaru "Dampak Ekosistem Gojek terhadap Perekonomian Indonesia 2021: Mendukung Pemulihan Ekonomi Nasional", Kamis (20/10/2021).

Ini menunjukkan kontribusi positif ekosistem Gojek terhadap perekonomian nasional setiap tahunnya. Solusi teknologi dan non-teknologi Gojek membantu mitra pengemudi dan UMKM lebih tangguh dan lebih cepat memulihkan ekonominya melalui peningkatan pendapatan di tahun 2021 dibanding 2020.

“Riset ini merupakan penelitian keempat terkait dampak ekosistem Gojek yang kami lakukan setiap tahunnya. Bila tahun lalu temuan utama riset kami menemukan bahwa ekosistem Gojek membantu mitra bertahan di tengah pandemi, riset tahun ini menunjukkan bahwa mayoritas mitra dalam ekosistem Gojek mulai mengalami pemulihan pendapatan dibandingkan awal pandemi," kata peneliti LD FEB UI Dr. Alfindra Primaldhi.

Temuan menarik lainnya dari riset ini adalah kemampuan ekosistem Gojek membantu mitra-mitranya tetap tumbuh sehingga mereka optimistis terhadap pemanfaatan platform daring sebagai tempat mencari nafkah.

Pertama, peningkatan pendapatan mempercepat pemulihan di tahun kedua pandemi. Pendapatan Mitra UMKM GoFood rata-rata naik 66 persen tahun 2021 dibandingkan tahun 2020. Sementara mitra pengemudi GoCar dan GoRide mengalami peningkatan pendapatan di tahun 2021 sebesar 24 persen dan 18 persen dibandingkan tahun 2020.

Kedua, dari sisi optimisme terhadap platform daring sebagai tempat mencari nafkah. Alfindra mengatakan, hampir seluruh mitra pengemudi dan mitra kurir memprioritaskan fleksibilitas waktu dalam kemitraan dengan Gojek.

Empat dari lima mitra pengemudi menyatakan mereka tetap dapat memiliki pendapatan untuk menafkahi diri dan keluarga melalui kemitraan dengan Gojek. Sedangkan empat dari lima mitra kurir menyatakan puas dengan kemitraan dengan Gojek. Mayoritas (80 persen) mitra UMKM dan mitra pengemudi di ekosistem Gojek semakin optimis terhadap tren pertumbuhan layanan daring setelah pandemi dan ingin terus bermitra dengan Gojek ke depannya.

Baca Juga: Sambut IPO, GoTo Dapat Kucuran Dana Rp5,6 Triliun Dari Investor Abu Dhabi

Ketiga, keandalan ekosistem dan solusi Gojek membantu UMKM dan pengusaha pemula terus tumbuh di tengah pandemi. Dalam riset ini, ditemukan bahwa jumlah pengusaha pemula yang memanfaatkan GoFood meningkat selama masa pandemi (47 persen), dibanding periode sebelumnya (31 persen).

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI