Terungkap! Ilmuwan Nuklir Top Iran Dibunuh Senapan Mesin Robot Pembunuh Berteknologi AI

Dythia Novianty Suara.Com
Minggu, 19 September 2021 | 05:40 WIB
Terungkap! Ilmuwan Nuklir Top Iran Dibunuh Senapan Mesin Robot Pembunuh Berteknologi AI
Mohsen Fakhrizadeh (kanan), ilmuwan nuklir Iran yang diduga dibunuh Mossad, badan intelijen Israel pada November 2020. [AFP/Khameini.ir]
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Suara.com - Ilmuwan nuklir top Iran dibunuh senapan mesin robot pembunuh yang dilengkapi dengan kecerdasan buatan (teknologi AI).

Dibantu beberapa kamera, robot pembunuh ini mampu menembakkan 600 peluru per menit.

Mohsen Fakhrizadeh (62), dijuluki 'bapak' program atom ilegal Iran, dikatakan tewas dalam penyergapan 27 November lalu oleh penembak jitu Mossad, yang menarik pelatuk sejauh 1.000 mil, berkat penggunaan satelit.

Pistol yang menembakkan itu ditempatkan di sebuah truk pikap yang sarat kamera menunggu kendaraannya melewati titik penyergapan.

Robot pembunuh itu diprogram dengan teknologi AI untuk mengkompensasi selang 1,6 detik antara intel dari lokasi pembunuhan dan tindakan penembak jitu, serta gerakan yang disebabkan tembakan ke arah mobil Fakhrizadeh.

Ketepatan ini memungkinkan penembak jitu untuk mencapai target yang diinginkan dan meninggalkan istri Fakhrizadeh, yang duduk di kursi penumpang di sebelahnya, tanpa cedera.

Spanduk mengenang meninggalnya ilmuwan nuklir Iran yang tewas terbunuh, Jumat (27/11/2020), Mohsen Fakhrizadeh. [Atta Kenare/AFP]
Spanduk mengenang meninggalnya ilmuwan nuklir Iran yang tewas terbunuh, Jumat (27/11/2020), Mohsen Fakhrizadeh. [Atta Kenare/AFP]

Ada juga mobil mata-mata yang diposisikan tiga perempat mil sebelumnya di sepanjang rute, di tempat di mana mobil Fakhrizadeh akan berbelok menuju rumah pedesaannya di Absard, sebuah kota di sebelah timur Teheran.

Kamera dipasang di kendaraan umpan ini, secara positif mengidentifikasi Fakhrizadeh dan menunjukkan lokasi ilmuwan di dalam mobil, di kursi pengemudi dengan istrinya di kursi penumpang, kemudian informasi dikirimkan ke penembak jitu jarak jauh.

Sebagaiman melansir Dailymail, Minggu (19/9/2021), seluruh penyergapan berakhir dalam satu menit setelah putaran pertama ditembakkan.

Baca Juga: Teknologi AI Sebut Orang Kulit Hitam Primata, Begini Respons Facebook

Rincian baru muncul dalam laporan New York Times, berdasarkan wawancara dengan pejabat Amerika, Israel dan Iran, termasuk dua pejabat intelijen yang mengetahui operasi tersebut, serta komentar yang dibuat oleh keluarga Fakhrizadeh kepada media berita Iran.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI