Diklarifikasi, WhatsApp Hanya Baca Pesan yang Dilaporkan Pengguna

Liberty Jemadu Suara.Com
Sabtu, 11 September 2021 | 11:45 WIB
Diklarifikasi, WhatsApp Hanya Baca Pesan yang Dilaporkan Pengguna
Ilustrasi Whatsapp. (Shutterstock)
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Suara.com - Media investigasi asal Amerika Serikat, Propublica pada pekan ini mengklarifikasi laporannya yang telah menuding WhatsApp membuka pesan-pesan pengguna. Media yang bermarkas di New York itu kini mengatakan bahwa yang dibuka dan dibaca adalah pesan-pesan yang dilaporkan oleh pengguna lain.

Klarifikasi itu disampaikan Propublica pada 8 September kemarin, sehari setelah artikel tersebut ditayangkan. Suara.com juga turut menyadur berita tersebut.

"Versi sebelumnya dari artikel ini telah dengan tidak sengaja menyebabkan kebingungan soal sejauh mana WhatsApp memeriksa pesan-pesan pengguna dan apakah perusahaan itu telah membongkar enkripsi yang menjaga kerahasiaan obrolan pengguna.," tulis Propublica di bagian atas berita tersebut.

"Kami telah menyesuaikan penyampaian kami dalam artikel ini untuk memperjelas bahwa WhatsApp hanya dapat memeriksa pesan yang telah dilaporkan oleh pengguna sebagai pesan yang kemungkinan menyalahi ketentuan layanan. Enkripsi end-to-end tidak dibobol,” imbuh media tersebut.

Baca Juga: Beda dari Klaim, Facebook Diduga Dapat Baca dan Bagikan Pesan WhatsApp

WhatsApp, melalui perwakilan humasnya di Indonesia, kepada Suara.com menegaskan bahwa pesan-pesan dalam aplikasi itu terlindungi oleh enkripsi end to end dan hanya yang terlibat dalam percakapan yang bisa membacanya.

“Tidak seorang pun di luar obrolan ini, bahkan WhatsApp, dapat membaca atau mendengarkan pesan pengguna," tegas WhatsApp.

Sebelumnya Propublica mewartakan bahwa WhatsApp memiliki lebih dari 1000 orang pegawai kontrak di Texas, Amerika Serikat; Dublin, Irlandia; dan Singapura yang bertugas untuk membuka dan membaca pesan-pesan di dalam WhatsApp yang telah dilaporkan oleh pengguna lain.

Mereka mencari pesan-pesan yang dibuka itu adalah yang diduga melanggar ketentuan seperti penipuan, spam, pornografi anak, hingga pesan berisi konten terorisme.

WhatsApp dalam keterangannya menegaskan bahwa akses terhadap pesan-pesan yang di-report atau dilaporkan pengguna tidak merusak enkripsi end to end, fitur keamanan yang selalu menjadi andalan aplikasi sebagai penjamin kerahasiaan pengguna.

Baca Juga: Begini Penampakan Reaksi Emoji yang Segera Hadir di WhatsApp

Sementara Propublica mengatakan bahwa para karyawan kontrak tersebut hanya mengakses sebagian pesan WhatsApp. Tetapi WhatsApp juga memeriksa materi lain yang tidak terenkripsi, termasuk data seputar pengirim dan akun mereka.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI