Alfons juga menilai pengembang eHAC sebelumnya perlu diminta penjelasan kenapa hal ini bisa terjadi. Ia berharap pihak pengembang bisa memberikan penjelasannya.
"Tetapi yang jelas, hal ini mencoreng nama Indonesia karena mau minta data orang tetapi tidak mampu mengamankan dan mengelola dengan baik," pungkasnya.