Suara.com - NASA menciptakan alat baru untuk menunjukkan visualisasi kenaikan permukaan laut secara global dalam beberapa dekade mendatang.
Alat proyeksi tersebut diumumkan setelah merilis bab pertama Panel Antarpemerintah tentang Perubahan Iklim (IPCC).
Dalam laporan tersebut, para ilmuwan mengatakan bahwa krisis iklim cepat, meluas, dan intensif.
Tidak ada wilayah di Bumi yang akan lolos dari perubahan.
Selain itu, para ahli secara tegas menyebut manusia juga berkontribusi memberikan pengaruh.
Sebagian besar berasal dari pembakaran bahan bakar fosil yang memanaskan atmosfer, laut, dan daratan.
![Ilustrasi kebakaran. [shutterstock]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2017/12/08/96028-ilustrasi-kebakaran.jpg)
Namun, 234 ilmuwan dari 66 negara yang menulis laporan tersebut menekankan bahwa tindakan manusia masih memiliki kekuatan menentukan arah.
"Kami tahu bahwa tidak ada jalan untuk mundur dari beberapa perubahan iklim," kata Ko Barrett, wakil ketua IPCC dan penasihat iklim senior di Administrasi Kelautan dan Atmosfer Nasional Amerika Serikat.
Namun, dia menambahkan, beberapa dari perubahan ini dapat diperlambat dan yang lainnya dapat dihentikan dengan membatasi pemanasan.
Baca Juga: Batu yang Dibawa Robotnya dari Planet Mars Hilang Misterius, NASA Bingung
Alat yang dihosting di Sea Level Portal NASA tersebut, memberikan tingkat perincian baru tentang bagaimana setiap wilayah di seluruh dunia akan terpengaruh kenaikan permukaan laut di bawah berbagai lintasan emisi.