Fisikawan partikel di Universitas Princeton, Carlos Blanco, merekomendasikan untuk melihat Saturnus dengan teleskop yang menawarkan bidang pandang sempit dan pembesaran tinggi.
"Untuk melihat planet dengan baik, kita harus memiliki ruang lingkup sedemikian rupa sehingga gambar yang kita lihat di jendela bidik kira-kira sebesar planet," ucap Blanco.
Dengan kata lain, dia menambahkan, lingkaran yang dibuat pengamat harus sangat rapat di sekitar titik cahaya itu.
"Secara kasar, semakin tinggi kekuatan perbesaran teleskop, semakin kecil bidang pandang, dan sebaliknya," ujarnya.
Blanco merekomendasikan untuk menggunakan teleskop Dobsonian 8 inci.
Namun, jika pengamat tidak memiliki teleskop, pengamat dapat melihat Saturnus di langit malam dengan mata telanjang.
![Astronom. [Martin Sattler/Unsplash]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2021/01/03/72190-astronom.jpg)
Plait mengatakan untuk menemukan titik paling terang di langit malam.
Titik terang itu adalah Jupiter dan Saturnus akan menjadi titik paling terang berikutnya di langit.