Menurut para ahli, fosil kelelawar jarang ditemukan di Argentina.
Fosil kelelawar vampir ini hidup selama Pleistosen dan diketahui sebagai spesies kelelawar vampir terbesar yang pernah ditemukan.
Spesies ini diperkirakan sekitar 30 persen lebih besar dari kelelawar vampir yang saat ini masih hidup dengan lebar sayap sekitar 50 sentimeter.
Beberapa peneliti berpikir bahwa Desmodus draculae memakan hewan pengerat atau rusa, tetapi yang lain menduga bahwa mangsanya adalah megafauna.
Jika benar, ini selaras dengan teori bahwa spesies kelelawar menurun setelah kepunahan megafauna sekitar 10.000 tahun lalu.
Selain itu, kepunahannya juga diprediksi akibat iklim yang semakin tidak ramah.
![Fosil kelelawar, Desmodus draculae. [Museodemiramar]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2021/07/29/66751-fosil-kelelawar-desmodus-draculae.jpg)
Fosil menunjukkan bahwa iklim di mana kelelawar vampir itu hidup 100.000 tahun lalu sangat berbeda dari sekarang.