Suara.com - Oximeter, alat kecil yang biasanya dijepitkan pada salah satu jari tangan berfungsi mengukur saturasi oksigen darah.
Gunanya untuk mendeteksi happy hypoxia atau menurunnya kadar oksigen, bisa berujung berhentinya detak jantung pasien Covid-19 yang kemudian mengakibatkan kematian.
Tetapi, ada saja kekhawatiran alat yang tersedia di pasaran tak asli atau palsu.
Beberapa waktu lalu, tersebar video yang memperlihatkan cara membedakan oximeter asli dan palsu menggunakan pensil.
Pakar kesehatan dari Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI), Vito A. Damay, memberi saran bagi kamu membedakan oximeter asli dan palsu.
Salah satunya dengan memeriksa di jari berbeda dan pada orang berbeda.
![Ilustrasi sesak napas. [Shutterstock]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2020/06/02/42381-sesak-napas.jpg)
"Di alat saturasi oksigen juga ada pengukur detak jantung, jika detak jantungnya sama milik Anda dan tiga orang lain juga sama maka Anda harus pertanyakan (keasliannya)," kata dia dilansir dari Antara, Selasa (27/7/2021).
Kamu juga bisa memeriksa apakah detak jantung pada alat bisa berubah ketika berjalan santai atau jalan cepat.
Normalnya, detak jantung akan meningkat ketika kamu beraktivitas. Semakin cepat jalan, makin meningkat detak jantungnya.
Baca Juga: Setiap RT RW di Kota Malang Dibekali Oximeter dan Tabung Oksigen
Cara berikutnya, pastikan oximeter yang akan dibeli sudah memiliki izin edar dari Kementerian Kesehatan dan belilah alat dari toko terpercaya.