Suara.com - Sistem pembelajaran adaptif adalah salah satu teknik untuk memberikan materi pembelajaran yang telah dipersonalisasi atau dirancang khusus sesuai dengan kemampuan masing-masing siswa.
Biasanya, sistem ini mengandalkan basis teknologi, algoritma, dan data, agar bisa secara dinamis menyesuaikan materi dengan hasil interaksi dengan siswa.
Melihat pentingnya peran pembelajaran adaptif demi kualitas pendidikan lebih baik, Zenius Education resmi meluncurkan fitur baru ZenCore.
Fitur baru ini diluncurkan sejak awal Juli lalu, yang menyediakan materi dan pelatihan adaptif untuk mengembangkan keterampilan fundamental pengguna.
Di dalamnya terdapat dua fitur utama, yakni CorePractice, tempat latihan dengan ratusan ribu pertanyaan latihan dari tiga cabang konsentrasi utama, seperti logika verbal, matematika, dan Bahasa Inggris.
Sementara CoreInsight, tempat yang menyediakan berbagai pengetahuan yang insightful seperti filsafat, basic sciences, big history, dapat digunakan untuk mendukung dan memperluas wawasan dan sudut pandang pengguna.
![Ilustrasi sistem belajar adaptif. [Zeniuis]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2021/07/21/42272-sistem-belajar-adaptif.jpg)
“Di Indonesia, kesenjangan pengetahuan atau learning gap merupakan masalah nyata. Kami percaya bahwa pembelajaran adaptif yang disediakan fitur ZenCore dapat membantu mengurangi kesenjangan ini," ungkap Sabda PS, Co-founder dan Chief Education Officer Zenius.
Menurutnya, setiap individu bisa belajar sesuai dengan tingkat kemampuannya.
Metode pembelajaran adaptif ini merupakan bukti nyata dari visi Zenius untuk menumbuhkan kecintaan pada proses belajar di dalam diri semua orang.
Baca Juga: Simak, Ini Rekomendasi Aplikasi Bimbel Online Terbaik
"Dengan materi yang sesuai kemampuan, kami harap siswa bisa lebih menikmati proses pembelajaran,” kata dia dalam keterangan resmi.