Ini menunjukkan bahwa kelelawar hanyalah inang yang tidak disengaja, sehingga hewan itu mungkin tidak membantu menyebarkan virus.
Tetapi penelitian lebih lanjut tetap harus dilakukan untuk mengonfirmasi hal tersebut.
Tim ilmuwan juga akan menganalisis berapa lama fragmen RNA dapat bertahan di jaringan sehingga para ahli dapat menilai kapan kelelawar benar-benar terinfeksi.
![Ilustrasi ilmuwan. [ThisisEngineering RAEng/Unsplash]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2021/05/24/77360-ilmuwan.jpg)
Bagaimanapun juga, selalu ada kekhawatiran tentang virus zoonosis dan potensi wabah lain.