Indonesia juga telah merencanakan untuk meningkatkan perdagangan, investasi luar negeri, dan kemajuan teknologi.
Pemerintah Indonesia dapat belajar beberapa hal dari ekspansi ekonomi China.
Hubungan erat Indonesia-China di bidang ekonomi
Mayoritas hubungan Indonesia-China berada di bidang ekonomi, seperti investasi dan ekspor-impor. Tahun lalu Tiongkok menjadi investor terbesar kedua kedua di Indonesia setelah Singapura.
Pada 2020, investasi China di Indonesia mencapai 2.130 proyek dengan nilai total US$ 4,8 miliar (sekitar Rp 68,5 triliun). Jumlah tahun sebelumnya adalah US$ 4,7 miliar.
Selain itu pada tahun yang sama, berdasarkan total nilai perdagangan, ekspor Indonesia ke China mencapai 37,4 miliar dolar (Rp 534,2 triliun), tumbuh 10,10% dibandingkan sebelumnya tahun.
Sementara itu, impor yang dilakukan Indonesia dari China tercatat mencapai 41 miliar miliar dolar (Rp 586.1 triliun)
Neraca perdagangan lebih berat di pihak China
Salah satu alasan paling krusial adalah Indonesia belum mampu mengidentifikasi jenis produk apa yang banyak diminati di China.
Wang Runsheng, Presiden China Foreign Trade Center – lembaga di bawah Kementerian Perdagangan Tiongkok – menyatakan bahwa salah satu cara Indonesia untuk mengatasi penurunan ekspor komoditas primer ke China adalah dengan meneliti produk-produk yang dibutuhkan oleh masyarakat China.
Untuk menyeimbangkan pijakan ekonomi China di Indonesia, pemerintah Indonesia perlu memiliki pemahaman yang tepat tentang bagaimana China bekerja di luar negeri dan strategi yang mereka gunakan serta bagaimana memanfaatkan kebangkitan ekonomi Tiongkok.
Baca Juga: Perdana, Sulawesi Tengah Ekspor Rempah-rempah Langsung ke Tiongkok
Pemahaman budaya tidak cukup
Mempelajari budayanya saja tidak cukup untuk memahami China.