Selain itu, pasar konsol juga tumbuh luar biasa sejak tahun lalu.
Yoshida mengatakan bahwa kebijakan stay at home membuat masyarakat mencari hiburan langsung dari rumah, termasuk dari konsol game.
"Dengan konsol rumah, kamu hanya perlu duduk di depan televisi dan menyalakan konsol game. Itu adalah hiburan yang memakan waktu. Namun dengan stay at home, ada lebih banyak peluang untuk menyalakannya," papar Yoshida.
Namun kepopuleran konsol diperkirakan bakal turun hingga 8,9 persen dikarenakan dunia sedang dilanda krisis chip global.
Alhasil, konsol seperti PS5 hingga Xbox masih langka diperoleh.
Lebih lanjut, Yoshida mengaku para industri game juga kesulitan mengembangkan produk karena tidak dapat berinteraksi secara langsung.
![PlayStation 5. [PlayStation]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2020/11/11/71654-playstation-5.jpg)
Mereka kesulitan untuk menyesuaikan koordinasi saat melakukan pertemuan secara online.
"Sulit untuk membaca suasana ketika anda online, jadi orang-orang akan terus bertanya sepanjang waktu lewat chat (online)," katanya.
Baca Juga: 8 Pertanyaan Seputar Internet 5G, Simak Jawabannya di Sini!