Kemudian ketika selesai, moderator atau speakers bisa mengembalikan si penanya untuk kembali ke bawah dan bergabung dengan listeners lainnya.
Pertanyaan yang diajukan pun juga dapat ditanggapi dengan beragam emoji seperti tepuk tangan, api, hati, ekspresi wajah atau jempol.
Moderator ini memiliki kontrol penuh atas pertanyaan yang diajukan listeners. Mereka bisa menghapus pertanyaan yang sekiranya tidak pantas ataupun menghapus listeners selama diskusi berlangsung.
Perbedaan antara Hotline dengan Clubhouse lainnya adalah sesi acara bisa direkam. Selama ini, pengguna Clubhouse tidak bisa merekam apa yang sedang dibicarakan selama diskusi berlangsung.
Akan tetapi, pihak Clubhouse telah mengaku bahwa mereka tetap merekam pembicaraan untuk data internal sekaligus menjadi bukti apabila ada laporan dari pengguna.
Untuk bergabung ke Hotline, pengguna akan diminta login dengan akun Twitter kemudian memverifikasi profil melalui SMS yang dikirimkan ke ponsel.
![Clubhouse. [Erin Kwon/Unsplash]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2021/04/06/79638-clubhouse.jpg)
Siapapun dapat bergabung dengan Hotline secara gratis dan tidak ada batasan untuk audiens, meskipun hal ini bisa saja berubah selama uji coba berlangsung.
“Dengan Hotline, kami berharap dapat memahami bagaimana platform Tanya Jawab multimedia langsung yang interaktif dapat membantu orang belajar dari para ahli di bidangnya seperti keterampilan profesional, sekaligus membantu para ahli tersebut membangun bisnis mereka,” jelas Juru Bicara Hotline.
Baca Juga: Banjir Program Seru Ramadan di Facebook, Instagram, dan WhatsApp