Ini Cara Kerja Google Translate, Sang Ahli Penerjemah

Kamis, 08 April 2021 | 13:15 WIB
Ini Cara Kerja Google Translate, Sang Ahli Penerjemah
Ilustrasi Google Translate. [Shutterstock]
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Suara.com - Google Translate sering digunakan sebagai salah satu layanan yang menerjemahkan berbagai bahasa dengan cepat dan mudah.

Layanan ini pertama kali diluncurkan pada April 2006, mengalahkan persaingan awal dari Babel Fish milik Yahoo yang telah mengalihkannya ke Bing Translator.

Saat ini, Google Translate menawarkan lebih dari 103 bahasa dan lebih dari 500 juta pengguna setiap hari di seluruh dunia.

Awalnya berpusat pada terjemahan mesin statistik, Google Translate bekerja dengan menerjemahkan teks yang diperlukan terlebih dahulu ke dalam bahasa Inggris sebagai langkah perantara dan kemudian ke bahasa yang diinginkan.

Google memilih untuk tidak mempekerjakan para ahli untuk menyusun tata bahasa yang lengkap untuk setiap bahasa ibu karena sifat bahasa yang terus berkembang.

Terjemahan asli yang diberikan Google Translate tentu tidak sempurna, tetapi setidaknya memiliki maksud secara luas dari bagian aslinya.

Google translate yang semakin familiar bagi penggunanya [Google]
Google translate yang semakin familiar bagi penggunanya [Google]

Namun pada November 2016, Google mengumumkan transisi ke premis terjemahan mesin saraf, sebuah metode deep learning yang membuat layanan membandingkan seluruh kalimat pada satu waktu dari berbagai sumber linguistik yang lebih luas.

Ini memastikan akurasi yang lebih baik dengan memberikan konteks lengkap.

Sebagai contoh, dengan membandingkan terjemahan bahasa Jepang-Inggris dengan bahasa Korea-Inggris, layanan ini dapat menyimpulkan dan memetakan hubungan antara bahasa Jepang dan Korea serta membuat terjemahan bolak-balik antara kedua bahasa tersebut dengan sesuai.

Baca Juga: Ojol Mau Jemput Pelanggan, Warganet Malah Ngeri Baca Pesannya

Dilansir dari Independent, Kamis (8/4/2021), memproses perhitungan tersebut berulang kali memungkinkan Google menemukan pola berulang di antara kata-kata dalam bahasa berbeda dan pada akhirnya, proses tersebut akan membuat peluang terjemahan mencapai keakuratan yang terus meningkat.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI