"Eksperimen ini adalah yang pertama di dunia. Sampai sekarang, semua misi jenis ini berfokus pada studi tentang ritme fisiologis tubuh, tetapi tidak pernah pada fungsi kognitif dan emosional manusia," kata Profesor Etienne Koechlin, ahli saraf.
Kelompok tersebut berharap dapat membuat penemuan ilmiah yang bisa membantu misi luar angkasa di masa depan, awak kapal selam dan kru pertambangan, atau lingkungan apa pun di mana manusia harus menghabiskan waktu lama di ruang tertutup.