Suara.com - Pakar Ekonomi Keuangan Prof. Roy Sembel menilai investasi Gojek di LinkAja akan memberikan banyak keuntungan bagi masyarakat Indonesia karena UMKM yang mayoritas belum memanfaatkan non-tunai dapat mempercepat program inklusi keuangan yang digagas pemerintah.
Investasi itu, menurut dia, menjadi sangat strategis karena melibatkan dua perusahaan nasional yang memiliki jaringan luas.
“UMKM diuntungkan karena mereka mendapatkan alternatif pembiayaan dan jalur pembayaran,” ungkap dia dalam siaran pers, Rabu.
Selain itu, integrasi ekosistem kedua perusahaan nasional Gojek dan LinkAja dinilai strategis karena segmen pasar dan use cases mereka bersifat saling melengkapi.
Jangkauan GoPay sudah sangat luas, tidak hanya mencakup layanan Gojek tetapi juga sudah bisa digunakan di sektor ritel dan bisnis serta UMKM. Sementara, LinkAja berfokus pada pembayaran ritel, layanan publik dan kebutuhan sehari-hari di kota-kota tier 2 dan 3 di Indonesia.
Sinergi jaringan keduanya bisa lebih cepat menjangkau banyak pihak untuk masuk ke dalam sistem perbankan dan meningkatkan inklusi keuangan sesuai target pemerintah.
Selebihnya, kehadiran LinkAja juga dinilai memungkinkan para pelaku UMKM dalam ekosistem Gojek bisa menjangkau pasar yang lebih luas secara lebih cepat.
Gojek sebagai pemilik GoPay memungkinkan untuk memberikan akses keuangan yang lebih mudah kepada pelanggan dan juga mitra bisnisnya. Maka Roy berharap kolaborasi Gojek, Gopay, dan LinkAja akan berjalan dengan baik dan lancar.
Sebelumnya diwartakan bahwa Gojek telah menjadi salah satu pemegang saham LinkAja. Gojek disebut telah ikut berinvestasi lewat penggalangan dana penerbitan saham preferen Seri B LinkAja, yang saat ini telah mencapai total komitmen lebih dari 100 juta dolar AS.
Baca Juga: Riset CLSA: GoFood Lebih Banyak Digunakan Dibanding GrabFood
Salah satu CEO Gojek, Andre Soelistyo, mengatakan Gojek Group fokus mendukung semua orang di Indonesia agar dapat menikmati manfaat dari ekonomi digital.