Suara.com - NASA bertekad melindungi Bumi dengan meluncurkan misi baru yang disebut Double Asteroid Redirection Test (DART) dalam waktu satu tahun. Melalui misi ini, NASA berusaha membelokkan asteroid berpotensi berbahaya dari kemungkinan tabrakan dengan Bumi.
Menurut laman resmi NASA, DART merupakan uji teknologi dan upaya pertahanan planet untuk mencegah dampak Bumi dari asteroid berbahaya.
![Double Asteroid Redirection Test (DART). [NASA]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2021/03/05/12561-double-asteroid-redirection-test-dart.jpg)
DART diharapkan akan menjadi demonstrasi pertama dari teknik penabrak kinetik untuk mengubah gerakan asteroid di luar angkasa.
Misi yang berkolaborasi dengan Johns Hopkins University Applied Physics Laboratory (APL) itu, akan mengirim wahana antariksa ke sistem asteroid biner Didymos.
Didymos diklasifikasikan sebagai asteroid yang berpotensi berbahaya dan merupakan objek dekat Bumi (Near-Earth Object/NEO) dari kelompok Apollo dan Amor.
Dilansir dari CNET, Jumat (5/3/2021), Didymos memiliki moonlet atau bulan kecil yang disebut Dimorphos, yang kira-kira seukuran Piramida Mesir.
![Double Asteroid Redirection Test (DART). [NASA]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2021/03/05/82647-double-asteroid-redirection-test-dart.jpg)
Misi DART akan membuat pesawat luar angkasa menabrak ke Dimorphos untuk memengaruhi orbitnya di sekitar pendampingnya.
NASA ingin menguji apakah metode ini dapat digunakan untuk mendorong asteroid berbahaya menjauh dari jalur tabrakan dengan Bumi.
Dalam video simulasi yang dirilis APL, menunjukkan bagian-bagian penting dari mis.
Baca Juga: Garis-garis Geologi Aneh Muncul di Rusia, Penyebabnya Bikin NASA Bingung
Termasuk peluncuran, pelepasan panel surya pesawat luar angkasa, dan pelepasan CubeSat kecil yang akan menyaksikan tabrakan pesawat luar angkasa.