Burung Liar Tertua di Dunia Menetaskan Telur ke-40

Kamis, 04 Maret 2021 | 13:00 WIB
Burung Liar Tertua di Dunia Menetaskan Telur ke-40
Elang laut, Wisdom. [Kiah Walker/USFWS/AFP]
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Suara.com - Seekor burung liar tertua di dunia telah menetaskan anak betinanya yang ke-40, sebuah prestasi yang memperluas batas pengetahuan manusia tentang cara hidup burung.

Burung tersebut merupakan elang laut dari spesies Albatros lysan bernama Wisdom yang berusia 70 tahun.

Wisdom adalah burung liar tertua dalam sejarah dan perkiraan mungkin lebih tua dari 70 tahun karena hewan itu diprediksi baru berusia lima tahun pada 1956, usia paling awal seekor elang laut mencapai kematangan seksual.

Bulan lalu, anak burung barunya menetas di Midway Atoll, sebuah bidang tanah kecil yang terletak 1.300 mil barat laut Hawaii di tengah Samudra Pasifik Utara.

Sejak usia enam tahun, Wisdom telah membesarkan anak burungnya dengan pasangannya yang bernama Akeakamai, setidaknya sejak 2010.

Elang laut Albatros laysan dianggap sebagai spesies yang berpasangan seumur hidup, tetapi karena Wisdom berumur panjang, hewan itu harus menemukan beberapa pasangan baru karena hidupnya lebih lama dari teman-temannya.

Elang laut, Wisdom. [USFWS]
Elang laut, Wisdom. [USFWS]

Kembalinya Wisdom ke suaka margasatwa pada akhir November merupakan kedatangan yang menarik bagi petugas satwa liar, yang mengantisipasi burung itu akan mencapai ulang tahunnya dan membesarkan anak burung lainnya.

"Setiap tahun setelah Wisdom kembali, kami mempelajari lebih lanjut tentang berapa lama burung laut dapat hidup dan memelihara anaknya," kata Beth Flint, ahli biologi dari Dinas Perikanan dan Margasatwa Amerika Serikat, seperti dikutip dari Independent, Kamis (4/3/2021).

Hingga awal abad ke-21, diperkirakan elang laut Albatros laysan dapat hidup sekitar 40 tahun. Namun, Wisdom mendobrak batasan tersebut.

Baca Juga: Dikira Sudah Punah, Burung Pelanduk Kalimantan Muncul Lagi

Jenis elang laut ini menghabiskan sekitar 90 persen dari seluruh hidupnya di udara atau di laut saat berkeliaran di perairan liar Pasifik Utara.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI