Suara.com - Xiaomi baru saja meluncurkan smartphone seri Redmi terbaru ke Indonesia, Redmi 9T. Ponsel anyar ini ditujukan untuk kalangan entry-level dengan julukan Jawaranya Batre Gede.
“Redmi 9T menghadirkan sejumlah peningkatan dalam hal gaya, kamera, performa, dan pengalaman, untuk menjadi jawara yang baru untuk kelas entry-level. Sambutlah keluarga terbaru dari Geng Jawara,” kata Country Director Xiaomi Indonesia Alvin Tse dalam konferensi pers virtual, Senin (22/2/2021).
Akan tetapi, ada beberapa perbedaan pada Redmi 9T versi Indonesia dengan versi global yang meluncur pada Januari lalu. Apa saja perbedaanya? Berikut ulasannya.
NFC
Redmi 9T versi Indonesia tidak punya teknologi NFC seperti varian global. NFC biasanya digunakan untuk pembayaran transaksi digital dengan kartu seperti mengecek saldo e-toll atau Commuter Line (KRL).
Menurut Alvin, Xiaomi memiliki beberapa pertimbangan jika menghadirkan fitur NFC ke Redmi 9T. Namun alasan paling utama yang disebutkan adalah harga.
”Kami menganggap NFC lebih cocok untuk ponsel kelas menengah. Jika diberikan ke smartphone entry-level, maka harganya akan mahal. Selain itu, NFC juga bukan fitur penting bagi pengguna ponsel entry level,” jelas Alvin.
Warna
Saat pertama kali meluncur pada Januari lalu, Redmi 9T hadir dengan varian warna Carbon Gray, Twilight Blue, Sunrise Orange, Ocean Green. Namun di Indonesia, Redmi 9T diluncurkan dengan tiga varian warna, Carbon Gray, Twilight Blue, serta Ocean Green.
Menurut Alvin, dihapusnya varian warna Sunrise Orange ini agar para konsumen di Indonesia tidak bingung dalam memilih warna. Berdasarkan riset internal Xiaomi, 50 persen konsumen justru menyukai opsi warna hitam.
"Faktanya, 50 persen konsumen lebih menyukai warna hitam. Sementara 30 persen menyukai warna biru dan 20 persen menyukai warna hijau. Tapi, kami terbuka jika Mi Fans menginginkan warna lain, akan kami sediakan," jelas Alvin.
Baca Juga: Spesifikasi Redmi 9T dan POCO M3 Hampir Mirip, Ini Penjelasan Xiaomi
Spesifikasi Redmi 9T Indonesia