Peti mati tersebut bertuliskan nama perempuan, Meruah atau Meru(t)ah, dan berusia 1000 SM. Dengan kata lain, peti mati itu sekitar 200 tahun lebih muda dari mumi di dalamnya.
Para ahli mengetahui keanehan pada mumi tersebut pertama kali pada 1999, ketika pemindaian CT mengungkapkan sesuatu yang aneh di dalam peti matinya.
Untuk menyelidikinya, tim mengekstraksi beberapa sampel pembungkusnya dan menemukan bahwa itu mengandung campuran lumpur berpasir. Para peneliti baru memindai ulang mumi tersebut pada 2017.
![Mumi langka dibungkus lumpur. [PLOS One]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2021/02/05/91260-mumi-langka-dibungkus-lumpur.jpg)
Petunjuk anatomi mengisyaratkan mumi itu adalah seorang perempuan yang meninggal antara usia 26 dan 35 tahun. Setelah ia meninggal, perempuan itu dimumikan dan dibungkus dengan tekstil.
Kemudian jenazahnya, termasuk lutut kiri dan kaki bagian bawah, dirusak oleh penyebab yang tidak diketahui tetapi kemungkinan akibat perampok makam.
Sehingga seseorang mencoba memperbaikinya dengan membungkus ulang, pengemasan dengan tekstil, dan penerapan lumpur.
Mumi lumpur ini bukan satu-satunya mumi Mesir kuno yang diperbaiki. Jenazah Raja Seti I dibungkus lebih dari satu kali, begitupun dengan mumi Raja Amenhotep III.