"Kami tidak tahu apa-apa. Kami tidak tahu dia ikut serta dalam game ini. Kami tahu bahwa (putri kami) pergi ke TikTok untuk menari, menonton video. Bagaimana saya bisa membayangkan kekejaman ini?" kata ayah gadis itu kepada koran itu.
Badan perlindungan data Italia mengajukan gugatan terhadap TikTok pada Desember lalu, menuduh "kurangnya perhatian terhadap perlindungan anak di bawah umur" dan mengkritik kemudahan anak-anak yang sangat kecil untuk dapat mendaftar ke aplikasi video.
Kematian gadis muda itu memicu reaksi keras di Italia dan menyerukan regulasi jejaring sosial yang lebih baik.

“Jaringan sosial tidak bisa menjadi hutan di mana segala sesuatu diperbolehkan,” kata Licia Ronzulli, presiden komisi parlemen Italia untuk perlindungan anak.