Untungnya, semua ibu dalam penelitian ini melahirkan bayi yang sehat, meski bukan berarti keberadaan mikroplastik di dalam plasenta dianggap benar-benar aman.
Penelitian ini telah menunjukkan bahwa partikel semacam itu dapat mengganggu sinyal kekebalan dan pemanfaatan simpanan energi setelah berada di dalam tubuh. Para ahli mengatakan, janin yang terpapar mikroplastik juga dapat mengalami komplikasi.
Penelitian lebih lanjut perlu dilakukan untuk menilai apakah keberadaan mikroplastik di plasenta manusia, dapat memicu respons kekebalan atau dapat menyebabkan pelepasan kontaminan beracun, yang berbahaya bagi kehamilan.