Bintang Tertua Bimasakti Bergerak dengan Cara Mengejutkan

Dythia Novianty, Lintang Siltya Utami

Selasa, 24 November 2020 | 11:30 WIB
Bintang Tertua Bimasakti Bergerak dengan Cara Mengejutkan
Ilustrasi Bimasakti. [Shutterstock]

Suara.com - Para ilmuwan menemukan bahwa bintang tertua di Bimasakti, bergerak dengan cara mengejutkan dan berada di tempat yang tidak diharapkan.

Bintang umumnya dikategorikan dengan sifat logam yang dikandungnya. Itu adalah fraksi unsur lebih berat yang dimiliki sebuah bintang, dibandingkan dengan hidrogen dan helium. Kandungan logam dalam bintang juga dapat menentukan umur suatu bintang.

Hidrogen dan helium yang ditemukan di alam semesta diciptakan pada momen awal Big Bang. Itu sebabnya kandungannya sangat banyak. Unsur yang lebih berat seperti karbon dan besi, dibuat melalui proses astrofisika seperti fusi unsur dalam inti bintang.

Karena itu, bintang-bintang paling awal hanya terbuat dari hidrogen dan helium. Seiring waktu, kelimpahan unsur yang lebih berat secara bertahap meningkat sehingga bintang yang lebih muda cenderung memiliki sifat logam yang lebih tinggi.

Pergerakan bintang. [Wikimedia/Science Alert]
Pergerakan bintang. [Wikimedia/Science Alert]

Para ilmuwan dapat menentukan sifat logam sebuah bintang dengan mengamati spektrumnya dan mengetahui sifat logam keseluruhan bintang, baik di Bimasakti maupun galaksi lain. Oleh karena itu, para ahli dapat mengelompokkan bintang ke dalam "populasi" logam.

Pengelompokkan ini dilakukan dengan menentukan rasio hidrogen terhadap besi, [Fe/He], pada skala logaritmik yang menetapkan Matahari sebagai titik nol. Dengan kata lain, bintang Populasi I memiliki rasio setidaknya -1, yang berarti memiliki rasio [Fe/He] Matahari 10 persen atau lebih.

Bintang Populasi II yang lebih tua memiliki logam yang lebih rendah daripada Populasi I dan Populasi III (bintang generasi pertama) tidak akan memiliki logam sama sekali.

Di Bimasakti, populasi bintang-bintang ini didistribusikan dari luar bidang galaksi. Bintang Populasi I termuda, cenderung berada dalam lengan spiral Bimasakti, sedangkan bintang Populasi II yang lebih tua cenderung berada di atas atau di bawah bidang galaksi.

Sementara, lingkaran luar difus dari bintang-bintang yang mengelilingi Bimasakti cenderung menjadi bintang-bintang dengan tingkat logam yang paling rendah.

baca juga

Namun, para ilmuwan menemukan sesuatu yang mengejutkan dalam penelitian terbaru, yang telah dipublikasikan di Pemberitahuan Bulanan dari Royal Astronomical Society.

Dilansir dari Science Alert, Selasa (24/11/2020), dengan menggunakan SkyMapper Southern Survey Australia, tim ahli mengidentifikasi 475 bintang dengan rasio [Fe/He] kurang dari seperseribu Matahari.

Ketika para ilmuwan menghitung posisi dan orbit bintang-bintang ini menggunakan data dari Gaia, tim menemukan bahwa 11 persen dari bintang tersebut mengorbit di dalam bidang galaksi.

Orbitnya juga sangat melingkar, mirip dengan orbit Matahari. Penemuan ini mengejutkan dan bertentangan dengan prediksi model evolusi galaksi saat ini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dibentuk di Awal Semesta, Ilmuwan Temukan Galaksi Mirip Bimasakti

Dibentuk di Awal Semesta, Ilmuwan Temukan Galaksi Mirip Bimasakti

Tekno | Senin, 17 Agustus 2020 | 12:54 WIB

Ilmuwan Deteksi Sinyal Radio di Bima Sakti, dari Alien?

Ilmuwan Deteksi Sinyal Radio di Bima Sakti, dari Alien?

Tekno | Selasa, 04 Agustus 2020 | 16:00 WIB

Terkoyak Bimasakti, Astronom Temukan Struktur Bintang Kuno

Terkoyak Bimasakti, Astronom Temukan Struktur Bintang Kuno

Tekno | Kamis, 30 Juli 2020 | 14:10 WIB

Astronom Prediksi 6 Miliar Planet Mirip Bumi Bisa Ada di Bimasakti

Astronom Prediksi 6 Miliar Planet Mirip Bumi Bisa Ada di Bimasakti

Tekno | Kamis, 18 Juni 2020 | 12:45 WIB

Astronom Temukan Bintang Kuno Setua Alam Semesta

Astronom Temukan Bintang Kuno Setua Alam Semesta

Tekno | Senin, 18 Mei 2020 | 12:15 WIB

Ujung Galaksi Bimasakti Akhirnya Ditemukan

Ujung Galaksi Bimasakti Akhirnya Ditemukan

Tekno | Rabu, 01 April 2020 | 07:15 WIB

Terkini

Bulog Cirebon Kawal Bantuan Pangan ke Masyarakat, Pastikan Beras Diterima Penerima yang Berhak

Bulog Cirebon Kawal Bantuan Pangan ke Masyarakat, Pastikan Beras Diterima Penerima yang Berhak

Bisnis | Kamis, 10 September 2026 | 08:25 WIB

Asing Lepas BBCA hingga ASII, Ini Daftar Saham IHSG Rekomendasi Analis

Asing Lepas BBCA hingga ASII, Ini Daftar Saham IHSG Rekomendasi Analis

Bisnis | Kamis, 10 September 2026 | 08:24 WIB

Anak Krakatau Masih Level Siaga, BNPB Periksa Jalur Evakuasi hingga Sirene Tsunami Banten

Anak Krakatau Masih Level Siaga, BNPB Periksa Jalur Evakuasi hingga Sirene Tsunami Banten

Banten | Kamis, 10 September 2026 | 08:19 WIB

Minyak Brent Tembus 101,84 Dolar AS per Barel akibat Eskalasi Konflik Timur Tengah

Minyak Brent Tembus 101,84 Dolar AS per Barel akibat Eskalasi Konflik Timur Tengah

Bisnis | Kamis, 10 September 2026 | 08:13 WIB

Daftar Shio yang Paling Tidak Cocok dengan Shio Macan dalam Bisnis dan Asmara

Daftar Shio yang Paling Tidak Cocok dengan Shio Macan dalam Bisnis dan Asmara

Lifestyle | Kamis, 10 September 2026 | 08:10 WIB

Prabowo Puji Demokrat Saat Jadi Oposisi: Tidak Caci Maki dan Bakar-bakar

Prabowo Puji Demokrat Saat Jadi Oposisi: Tidak Caci Maki dan Bakar-bakar

News | Kamis, 10 September 2026 | 08:09 WIB

Harga Minyak Tembus 100 Dolar per Barel! AS Siap Hancurkan Seluruh Kapal Tanker Iran

Harga Minyak Tembus 100 Dolar per Barel! AS Siap Hancurkan Seluruh Kapal Tanker Iran

Bisnis | Kamis, 10 September 2026 | 08:09 WIB

OJK Setujui Gadai Elektronik Jakarta Perluas Wilayah Usaha ke Nasional

OJK Setujui Gadai Elektronik Jakarta Perluas Wilayah Usaha ke Nasional

Bisnis | Kamis, 10 September 2026 | 08:08 WIB

Berdiri Selama 20 Tahun, 3 Bangunan di Biringkanaya Akhirnya Dibongkar

Berdiri Selama 20 Tahun, 3 Bangunan di Biringkanaya Akhirnya Dibongkar

Sulsel | Kamis, 10 September 2026 | 08:08 WIB

Abaikan SP 1 dari PT KAI, Warga Ledoksari Solo Tolak Kosongkan Lahan Untuk Perluasan Stasiun Jebres

Abaikan SP 1 dari PT KAI, Warga Ledoksari Solo Tolak Kosongkan Lahan Untuk Perluasan Stasiun Jebres

Surakarta | Kamis, 10 September 2026 | 08:06 WIB

×