Waduh! Keluar dari Gedung Putih, Akun Twitter Trump Bisa Diblok?

Dythia Novianty Suara.Com
Jum'at, 06 November 2020 | 07:13 WIB
Waduh! Keluar dari Gedung Putih, Akun Twitter Trump Bisa Diblok?
Tampilan akun Twitter Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. [Twitter/@realDonaldTrump]
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Suara.com - Donald Trump kemungkinan bisa diblokir dari Twitter, setelah dia meninggalkan jabatannya jika dia terus melanggar aturan platform, sesuai dengan kebijakan Twitter tentang tokoh masyarakat.

Akun Presiden AS ditandai sebanyak tujuh kali, pada hari Rabu dan Kamis lalu karena memosting informasi yang salah dan klaim yang menyesatkan tentang pemilu.

Beberapa tokoh Demokrat menyerukan Twitter untuk menangguhkan akun Trump sampai semua negara bagian selesai menghitung suara, namun pedoman kepentingan publik platform tersebut mencegahnya ditangguhkan atau dihapus.

Setelah kepemimpinannya di beberapa negara bagian utama mulai berkurang dari penantangnya Joe Biden, Trump berusaha merusak proses pemilihan dengan menyerukan penghentian penghitungan surat suara yang masuk.

"Mereka mencoba MENCURI Pemilu," tweetnya.

Anggota Kongres dari Partai Demokrat David Cicilline menggambarkan tweet Trump sebagai "ancaman bagi demokrasi", sementara sesama anggota Kongres Gerry Connolly men-tweet, "Ini murni disinformasi."

Tanggapan soal cuitan Donald Trump. [Twitter]
Tanggapan soal cuitan Donald Trump. [Twitter]

Peringatan yang ditempatkan pada tweet Trump berarti bahwa mereka tidak segera terlihat di timeline-nya dan keterlibatan dengan tweet itu dibatasi.

"Beberapa atau semua konten yang dibagikan dalam tweet ini disengketakan dan mungkin menyesatkan tentang cara berpartisipasi dalam pemilihan atau proses sipil lainnya," tulis salah satu peringatan.

Tingkat pelanggaran biasanya akan menyebabkan penangguhan akun, baik untuk sementara atau selamanya. Namun, publik figur dilindungi oleh kebijakan “pengecualian kepentingan publik”.

Baca Juga: Trump di Ambang Kekalahan, Menhan AS Bersiap Mengundurkan Diri

“Kami menyadari bahwa terkadang merupakan kepentingan publik untuk mengizinkan orang melihat tweet yang akan dihapus. Kami menganggap konten sebagai kepentingan publik jika secara langsung berkontribusi pada pemahaman atau diskusi tentang masalah yang menjadi perhatian publik,” tulis kebijakan Twitter.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI