"Kami merancang model matematika untuk menguji data dan kami menemukan hipotesis yang berbeda tentang apa yang bisa dilakukan kelelawar," ucap Clarice Anna Diebold, kandidat doktor dalam ilmu psikologi dan otak.
Para ilmuwan berhipotesis bahwa kelelawar menggunakan informasi dari waktu gema dan selanjutnya menyesuaikan tujuan kepala hewan itu.
Penemuan yang telah dipublikasikan di jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences ini, membantah anggapan sebelumnya bahwa kelelawar tidak dapat memprediksi posisi masa depan mangsanya.