Suara.com - Sebuah video di akun Twitter resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjadi topik diskusi hangat pada Kamis (22/10/2020) setelah sejumlah besar pengguna media sosial malah melakukan pelecehan seksual terhadap prakirawati berjilbab yang sedang membeberkan prakiraan cuaca.
Sampai berita ini ditayangkan, video yang diunggah BMKG pada Kamis siang itu sudah di-retweet sebanyak 340 kali, dikomentari sebanyak lebih dari 1.500 kali, dan disukai oleh lebih dari 1.200 pengguna Twitter.
"Yuk simak tayangan update informasi prakiraan cuaca Indonesia yang akan berlaku esok hari, Jumat, 23 Oktober 2020," tulis BMKG di akun resminya.
Video perkiraan cuaca itu dibawakan oleh seorang prakirawati berjilbab, dengan seragam BMKG lengan panjang. Tetapi entah mengapa, para pengguna Twitter masih saja mengumbar komentar-komentar yang melecehkan perempuan tersebut.
"Ada yang menonjol tapi bukan bakat," tulis pemilik akun @eldihardi.
"Ada yang membesar namun bukan balon," timpal orang di balik akun @Jamallkam.
"Ada yang bulat tapi buka tekad," komentar pemilik akun @IsfanSF.
Tiga komentar di atas meningatkan kita pada komentator sepak bola Rama Sugianto yang telah melecehkan para pendukung sepak bola Persita Tangerang pada Maret 2020. Rama sudah meminta maaf secara resmi terkait komentarnya tersebut.
Sementara itu ada pula akun yang menasehati BMKG terkait prakirawati yang tampil dalam video tersebut.
Baca Juga: Betrand Peto Protes Baju Sarwendah Kurang Tertutup, Ini Reaksi Ruben Onsu
"Ada aksi ada reaksi, ada hukum kausalitas, sebab akibat. Harap Mimin dapat bijak menyikapi hal sensitif atas pemeran dalam video di atas, agar semua pihak terhindar dari dosa jariyah," tulis orang pengelola akun @BundaRa18302033.